Langsung ke konten utama

Materi 9

Trend Internet of Things untuk Pembelajaran Kimia

Era teknologi berkembang pesat seiring dengan kebutuhan akan permasalahan yang timbul. Beragam permasalahan yang timbul ini dapat diatasi dengan teknologi, baik di bidang pendidikan, pertanian, kedokteran dan lain-lain tak lepas dari peran teknologi, teknologi yang paling dibutuhkan saat ini adalah internet. Segala sesuatu bentuk perkerjaan akan dapat diatasi dengan teknologi internet yang tidak lepas dari perangkat pendukungnya. Internet of Thing (IoT) merupakan teknologi yang menggunakan internet sebagai sarana dalam melakukan sesuatu, sistem IoT sangat membantu dalam menyelesaikan permasalahan seperti dalam bidang pendidikan.
Menurut analisa McKinsey Global Institute, internet of things adalah  sebuah teknologi yang memungkinkan kita untuk menghubungkan mesin, peralatan, dan benda fisik lainnya dengan sensor jaringan dan aktuator untuk  memperoleh data dan mengelola kinerjanya sendiri, sehingga memungkinkan  mesin untuk berkolaborasi dan bahkan bertindak berdasarkan informasi baru yang  diperoleh secara independen. Sedangkan menurut Wikipedia, internet of things  adalah interkoneksi yang unik antara embedded computing devices dalam  infrastruktur internet yang ada. Sebuah publikasi mengenai Internet of things in  2020 menjelaskn bahwa internet of things adalah suatu keadaan ketika menda  memiliki identitas, bisa beroperasi secara intelijen, dan bisa berkomunikasi dengan  sosial, lingkungan, dan pengguna. Dengan demikian, dapat kita simpulkan bahwa  internet of things membuat kita membuat suatu koneksi antara mesin dengan mesin,  sehingga mesin-mesin tersebut dapat berinteraksi dan bekerja secara independen  sesuai dengan data yang diperoleh dan diolahnya secara mandiri. Tujuannya adalah  untuk membuat manusia berinteraksi dengan benda dengan lebih mudah, bahkan  supaya benda juga bisa berkomunikasi dengan benda lainnya.
Cara kerja dari internet of things cukup mudah. Setiap benda harus  memiliki sebuah IP Address. IP Address adalah sebuah identitas dalam jaringan  yang membuat benda tersebut bisa diperintahkan dari benda lain dalam jaringan yang sama. Selanjutnya, IP address dalam benda-benda tersebut akan dikoneksikan  ke jaringan internet. Saat ini, koneksi internet sudah sangat mudah kita dapatkan.  Dengan demikian, kita dapat memantau benda tersebut bahkan memberi perintah  kepada benda tersebut. Sebagai contoh, jika ada speaker yang memiliki IP address  dan terkoneksi internet di Amerika Serikat, kita dapat memerintahkan speaker  tersebut untuk menyalakan musik walaupun kita berada di Indonesia. Yang kita  perlukan hanyalah koneksi internet. Menakjubkan bukan? Lalu apa hubungannya  dengan internet of things?
Setelah sebuah benda memiliki IP address dan terkoneksi dengan internet,  pada benda tersebut juga dipasang sebuah sensor. Sensor pada benda  memungkinkan benda tersebut memperoleh informasi yang dibutuhkan. Setelah  memperoleh informasi, benda tersebut dapat mengolah informasi itu sendiri,  bahkan berkomunikasi dengan benda-benda lain yang memiliki IP address dan  terkoneksi dengan internet juga. Akan terjadi pertukaran informasi dalam komunikasi antara benda-benda tersebut. Setelah pengolahan informasi selesai,  benda tersebut dapat bekerja dengan sendirinya, atau bahkan memerintahkan benda  lain juga untuk ikut bekerja. Jadi, dalam internet of things manusia akan bertindak  sebagai raja dan akan dilayani oleh benda-benda disekitarnya. Sangat menarik,  bukan?
IoT merupakan segala aktifitas yang pelakunya saling berinteraksi dan dilakukan dengan memanfaatkan internet. Dalam penggunaan nya Internet of Thing banyak ditemui dalam berbagai aktifitas, contohnya : banyaknya transportasi online, e-commerce, pemesanan tiket secara online, live streaming, e-learning dan lain-lain bahkan sampai alat-alat untuk membantu dibidang tertentu seperti remote temperature sensor, GPS tracking, and sebagainya yang menggunakan internet atau jaringan sebagai media untuk melakukannya.
Dengan banyaknya manfaat dari Internet of Things maka membuat segala sesuatu nya lebih mudah, dalam bidang pendidikan IoT sangat diperlukan untuk melakukan segala aktifitas dengan menggunakan sistem dan tertata serta sistem pengarsipan yang tepat.
IoT adalah konsep yang dirancang dengan tujuan untuk memperluas manfaat dari konektivitas internet yang tersambung secara terus-menerus dan dirancang memiliki kemampuan seperti untuk berbagi data dan remote control. IoT mengacu pada benda yang dapat diidentifikasi secara unik (memiliki ciri-ciri yang unik agar dapat dibedakan dengan benda-benda lain) sebagai representasi virtual dalam struktur berbasis internet. Sederhananya IoT adalah konsep yang dirancang dimana suatu objek berkemampuan untuk mentransfer data melalui jaringan tanpa memerlukan interaksi manusia ke manusia atau manusia ke komputer secara real-time. Sejauh ini konsep IoT erat kaitannya dengan komunikasi machine to machine (M2M) di bidang manufaktur, listrik, perminyakan, dan gas. Produk-produk yang dibangun dengan kemampuan komunikasi M2M sering disebut sebagai sistem cerdas (smart), contohnya adalah smart label, smart home, dan smart grid sensor.
Cara kerja dari Internet of Things (IoT) yaitu dengan memanfaatkan sebuah argumentasi pemrograman dimana tiap perintah argumen akan menghasilkan sebuah interaksi antara sesama mesin yang terhubung secara otomatis dalam jarak berapa pun karena menggunakan internet sebagai penghubung antara kedua interaksi mesin tersebut dan manusia hanya mengatur dan mengawasi kinerja alat tersebut secara langsung. Dalam mengkonfigurasi IoT ini terdapat tantangan terbesar yaitu diharuskan menyusun jaringan komunikasi sendiri yang sangat kompleks sehingga diperlukan sistem keamanan yang sangat ketat karena rentan akan adanya hacker dengan data yang seluruhnya berada pada sistem serta diperlukan akses internet dan instalasi listrik yang baik karena sistem diharuskan dalam kondisi online secara terus-menerus.
Terdapat 3 karakteristik dan tren dari Internet of Things (IoT) yaitu :
1. Kecerdasan
Konsep asli dari IoT adalah kecerdasan intelejensi dan kontrol otomatis. Namun, hal ini masih memerlukan riset lebih lanjut agar di era mendatang IoT dapat menjadi jaringan terbuka dan semua perintah dilakukan otomatis, terorganisir, objek virtual dapat dioperasikan dengan mudah, independen sesuai dengan konteks atau situasi atau lingkungan.
2. Arsitektur
IoT memiliki arsitektur pada jaringan dan sistem yang kompleks serta keamanan yang ketat, apabila ketiga hal tersebut tercapai maka kontrol otomatis dalam IoT dapat berjalan baik dan dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama. Sehingga banyak perusahan yang akan mendapatkan profit (revenue) atas hadirnya teknologi IoT.
3. Faktor ukuran, waktu, dan ruang
Dalam pembangunan IoT, engineer harus memperhatikan faktor ukuran, waktu, dan ruang. Faktor waktu merupakan faktor yang biasanya menjadi kendala karena diperlukan waktu yang lama dalam menyusun jaringan kompleks dalam IoT yang tidak mudah ini dan tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang.
Teknologi pengimplementasian Internet of Things (IoT) atau M2M adalah dalam pengidentifikasian suatu objek (benda, manusia, hewan, atau tumbuhan) secara virtual di dunia maya atau internet dan dikelola secara efisien dengan bantuan komputer yang dapat dilakukan dengan beberapa teknologi seperti :
1. Kode batang (barcode)
Kode batang atau barcode adalah adalah suatu kumpulan data optik yang dapat dibaca oleh alat scannernya. Kode batang pada awalnya digunakan untuk otomatisasi pemeriksaan barang di swalayan dan hingga saat ini kode batang (tipe UPC (Universal Price Codes)) kebanyakan masih digunakan untuk hal tersebut. Prinsip kerja kode batang sangatlah sederhana, yaitu ketika kode batang didekatkan pada scanner atau pemindainya, maka scannernya akan memancarkan cahaya dan mengidentifikasi informasi atau kode yang ada pada kode batang tersebut. Keuntungan menggunakan kode ini adalah proses input data lebih cepat, lebih tepat, dan lebih akurat mencari data, mengurangi biaya, serta peningkatan kinerja manajeman
2. Kode QR (QR code)
Kode QR adalah suatu kode batang dua dimensi yang dikembangkan oleh Denso Wave, salah satu divisi pada Denso Corporation yang merupakan perusahaan jepang. Sesuai namanya Kode QR (Quick Response) diciptakan untuk menyampaikan informasi dengan cepat dan mendapatkan respons yang cepat pula. Berbeda dengan kode batang, yang hanya menyimpan informasi secara horizontal, kode QR mampu menyimpan informasi secara horizontal dan vertikal, oleh karena itu secara otomatis Kode QR dapat menampung informasi yang lebih banyak daripada kode batang. Pada zaman sekarang ini kode QR banyak digunakan sebagai alat penaut fisik yang dapat menyimpan alamat dan URL, nomer telepon, teks dan sms yang dapat digunakan pada majalah, surat harian, iklan, pada tanda-tanda bus, kartu nama ataupun media lainnya. Atau dengan kata lain sebagai penghubung secara cepat konten daring (dalam jaringan/online) dan konten luring (luar jaringan/offline). Kehadiran kode ini memungkinkan semua orang berinteraksi dengan media yang ditempeli oleh kode QR, melalui ponsel secara efektif dan efisien. Semua orang juga dapat menghasilkan dan mencetak sendiri kode QR, sehingga orang lain dapat dengan mudah mengakses alamat URL ataupun segala informasi yang disimpan oleh kode QR tersebut.
3. Identifikasi frekuensi radio (RFID)
RFID merupakan salah satu teknologi implementasi dari Internet of Things. Secara singkatnya, RFID adalah sebuah metode identifikasi secara otomatis dengan menggunakan suatu piranti yang disebut RFID tag atau transponde. Pada zaman modern sekarang ini, RFID merupakan teknologi yang sudah umum (banyak digunakan), dikarenakan kegunaan dan efisiensinya dalam mendukung segala aktivitas kehidupan manusia. Baik pada sektor produksi, distribusi maupun konsumsi. Hal ini dikarenakan label atau kartu RFID adalah sebuah benda yang bisa dipasang atau dimasukkan di dalam sebuah produk, hewan atau bahkan manusia dengan tujuan untuk identifikasi menggunakan gelombang radio. Sehingga memudahkan penggunanya untuk mendata (mengetahui jumlah maupun keberadaan atau lokasi) barang yang dimilikinya tersebut. Prinsip kerja RFID sangatlah sederhana yaitu RFIDtag (label RFID) memuat informasi dalam bentuk elektronik dan ketika bertemu dengan RFIDreadernya, informasi itu akan dikirimkan ke RFIDreader dalam bentuk gelombang radio (makanya disebut Radio Frequensi Identifity). Sehingga benda tersebut dapat teridentifikasi oleh RFIDreadernya.
Tren Internet of Things di Indonesia bertumbuh sehat. Kendati pertumbuhan di sektor consumer masih belum begitu memuaskan, pemanfaatan di ranah industri tampak menunjukkan keseriusan. Efisiensi perputaran roda bisnis dalam tubuh perusahaan adalah satu alasan kuat yang mendasarinya.
Ditinjau secara umum, ekosistem IoT di Indonesia setidaknya telah unjuk gigi dengan beberapa jagoan inovasi yang berpotensi besar untuk menjadi lebih besar; inilah lima inisiasi di antaranya.
1. HARA
HARA adalah produk IoT yang dikembangkan untuk menangani permasalahan di sektor pertanian dan pangan. Produk dari Dattabot ini disiapkan untuk menanggulangi masalah potensi lahan, optimasi pertanian, dan mencegah pertumbuhan hama dan penyakit tanaman. Fitur utama dari produk berbasis blockchainini antara lain ialah aplikasi smartphone untuk mengambil data, web-based analytic, dan prediksi hasil panen yang disertai rekomendasi untuk para petani (misalnya, pupuk seperti apa yang perlu digunakan). Blockchain yang terdesentralisasi dinilai dapat menciptakan dampak sosial. Dattabot memulai dari sektor pangan dan pertanian, berikutnya menjalar ke sektor lainnya yang paling berdampak bagi masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan, transportasi dan hiburan.
2. Qlue
Salah satu cita-cita startup pengembang layanan yang menghubungkan antara pemerintah dengan masyarakat ini adalah ingin berinovasi mengembangkan produk smart city berbasis IoT, khususnya untuk diterapkan di wilayah perkotaan. Disampaikan oleh CEO Qlue Rama Raditya, bahwa saat ini sudah mulai terdesain beberapa inisiatif IoT untuk smart city, misalnya pengembangan traffic lamp yang terhubung ke sebuah command center, kotak sampah pintar, dan juga air pollution detector. Berbagai otomatisasi ini dinilai akan menjadi makin “viral” ketika smart city menjadi sebuah kebutuhan di perkotaan.
3. Spekun
Telkomsel bekerja sama dengan Banopolis mengembangkan bike sharing pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi NB-IoT lewat aplikasi Spekun. Bike sharing adalah sebuah konsep layanan peminjaman sepeda kepada publik dalam jangka waktu tertentu dari satu titik lokasi ke titik lokasi lainnya. Teknologi yang diterapkan pada ekosistem sepeda kuning (Spekun) di kampus UI Depok tersebut adalah peminjaman sepeda berbasis aplikasi smartphone, dengan didampingi penyediaan tiang atau dock parkir berbasis radio-frequency identification (RFID) sehingga sepeda hanya bisa diparkirkan pada dock parkir tersebut.
Upaya Telkomsel menciptakan dalam menciptakan gebrakan tidak sebatas di Spekun saja; Telkomsel juga menunjukkan keseriusannya dengan menyelenggarakan program Telkomsel Innovation Center (TINC) dengan Forum IoT sebagai bagian dari payung besarnya, dan semua developer, startup, maupun orang-orang yang punya ketertarikan lebih di bidang IoT dapat secara gratis mengikuti kegiatan convention dan exhibition pada hari Kamis, 26 Juli 2018.
4. eFishery
eFishery adalah alat pemberi pakan ikan otomatis. Alat ini tidak hanya mengotomatisasi pemberian pakan secara terjadwal dengan dosis yang tepat, tetapi juga mencatat setiap pemberian pakan secara real-time. Pengguna dapat mengakses data pemberian pakan kapan pun dan di mana pun. Tidak ada lagi masalah over-feeding, pemberian pakan ikan yang tidak teratur atau pakan yang diselewengkan. Secara spesifik, eFishery berusaha membantu peternak ikan dan udang, karena biasanya pemberian makan ikan menguasai antara 50 hingga 80 persen biaya operasi peternakan ikan.
eFishery juga dikenal sebagai startup yang sering memenangkan berbagai kompetisi startup tingkat global. Bekerja sama dengan TINC, eFishery akan mengeksplorasi pemanfaatan modul NarrowBand IoT (NB-IoT) untuk konektivitas yang lebih efektif. Hal ini sejalan dengan ekspansi pasar dengan model bisnis yang lebih matang dan validasi pasar baru akan memanfaatkan kompetensi dan jaringan konsumen luas Telkomsel. Sedikit informasi, Founder & CEO eFishery Gibran Huzaifah juga akan mengisi kelas di TINC 2018 Forum IoT.
5. Nodeflux
Nodeflux adalah platform dengan kemampuan komputasi terdistribusi dan juga kemampuan menyebarkan “brain”, komputasi dan kecerdasan buatan secara scalable. Di sini “brain” yang dimaksud dapat digunakan untuk implementasi pada pengolahan seperti Big Data, IoT dan Machine Learning.
Keuntungan atau manfaat dari Internet of Things (IoT) adalah : 
1.       Pekerjaan yang kita lakukan menjadi cepat, mudah, dan efisien. 
2.      Dapat mendeteksi pengguna dimanapun berada. 
3.    Informasi yang diberikan kepada pengguna merupakan informasi yang real-time atau pada waktu yang sebenarnya. 
4.     Layanan cloud memungkinkan koneksi ke seluruh client tidak terbatas. 
5.  Proses monitoring akan aspek-aspek yang dituju menjadi lebih mudah, otomatis, dan semakin pintar. 
6.  Proses monitoring dapat dilakukan secara otomatis tanpa mengenal jarak karena berbasis internet. 
7.    Dapat mendeteksi dengan cepat mengenai adanya anomali data, akses, atau keadaan yang terjadi sebagai penyebab kebocoran data. 
Kerugian dari Internet of Things (IoT) adalah :
1.   Keamanan perangkat berbasis IoT rentan akan peretasan karena banyak perangkat yang tidak terenkripsi atau enkripsinya tidak memadai. 
2.     Privasi data dari para pengguna menjadi masalah karena seluruh data disimpan dalam satu server yang dapat diakses dimana saja dan kapan saja oleh siapa saja yang memiliki kemampuan untuk mengakses jaringan baik pengguna maupun bukan pengguna jaringan yang sebenarnya. 
3.      Otoritasi tidak memadai. 
4.     Web interface tidak cukup aman dan proteksi software kurang mencukupi. 
5.      Membutuhkan kapasitas penyimpanan data yang besar

Berdasarkan artikel diatas, Trend Internet of Things apa yang bisa anda buat dalam pembelajaran Kimia? dan apakah pengaruh yang ditimbulkan dari Internet of Things tersebut terkhusus dalam pembelajaran kimia baik pengaruh negatif maupun positif ?

Komentar

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. menanggapi permasalahan rini tentang IoT apa yang dapat saya buat dalam pembelajaran kimia yaitu melalui penerapan sistem belajar mengajar di kelas dengan siswa yang dilengkapi gelang pintar dan terhubung kedalam sistem manajemen siswa atau sekolah, seorang guru dapat mengetahui kondisi siswa tersebut mulai dari denyut jantungnya bahkan mungkin perasaan siswa saat gelisah menghadapi materi kimia tertentu yang menurutnya sulit dipahami. Melalui informasi yang didapat semua perangkat yang terhubung dari siswa, server, sistem memudahkan guru. memberikan pendampingan secara personal, efektif dan tepat sasaran sesuai kondisi siswa. Hal ini jika diintregasikan secara lebih luas semisal melalui portal-portal pendidikan nasional dengan data yang diagregasi dari program pendataan Dapodik (Data Pokok Pendidikan) akan dihasilkan sistem pendidikan yang cerdas dimana unit terkecil dalam obyek pendidikan seperti siswa akan mudah untuk dipantau dan dilacak kondisi serta keberdaannya.

    BalasHapus
  3. saya akan menjawab pertanyaan rini, Trend Internet of Things apa yang bisa anda buat dalam pembelajaran Kimia?
    menurut saya jika saya diberi kesempatan untuk mendesain suatu pembelajaran berbasis IOT maka yang ingin saya ciptakan yakni aplikasi chemoenviro-virtual lab dengan menggunakan konsep hologram, yang bisa digunakan oleh siswa dimanapun dan kapanpun. yakni dengan menekan satu tombol dan mengarahkan kamera handphone yang dimiliki sswa ke pemandangan disekitarnya, siswa bisa mengetahui kaitan antara fenomena yang terjadi dilingkungan dengan kimia. dengan demikian maka siswa tidak hanya tahu teori tetapi juga tahu aplikasinya dikehidupan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya setuju dengan saudari rini, yg di katakan saudari rini sangat inovatif dalam merancang suatu pembelajaran berbasis IOT

      Hapus
  4. yang bisa saya buat dalam Trend Internet of Things blum ada karena belum belajar mendesaian.
    dari Trend Internet of Things tentu ada dampak positif dan ada dampak negatifnya.
    contoh dampak positifnya yaitu Pekerjaan yang kita lakukan menjadi cepat, mudah, dan efisien dan anda dapat mendeteksi pengguna dimanapun berada.
    contoh dampak Negatifnya yaitu Privasi data dari para pengguna menjadi masalah karena seluruh data disimpan dalam satu server yang dapat diakses dimana saja dan kapan saja oleh siapa saja yang memiliki kemampuan untuk mengakses jaringan baik pengguna maupun bukan pengguna jaringan yang sebenarnya.

    BalasHapus
  5. Menurut saya, penerapan IoT dalam pembelajaran kimia adalah digunakannya sarung tangan Lab yang dapat digunakan dalam proses praktikum. Jadi, sarung tangan safety mampu menganalisis jenis larutan yang tersentuh baik secara langsung atau tidak langsung (melalui sistem sensor IoT) dimana dapat mendeteksi nama dari jenis larutan, serta bahaya atau tidaknya larutan tsb dan menjelaskan manfaat dari larutannya.

    Adapun pengaruh positif yang terlihat dari penggunaan teknologi IoT tsb adalah dapat mempermudah aktifitas manusia. Dengan adanya alat yang saya usulkan dapat mempermudah sisa menetahui manfaatnya yakni siswa menjadi tahu nama-nama bahan kimia berserta tingkat berbahaya nya dan manfaatnya dalam proses pelarutan secara langsung tanpa perlu buka hp dan buku untuk mengetahuinya. Pengaruh Negatifnya adalah kurangnya interaksi antar manusia dan ancaman peretasan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sya sependapat dengan saudari Rifany yaitu "penerapan IoT dalam pembelajaran kimia adalah digunakannya sarung tangan Lab yang dapat digunakan dalam proses praktikum. Jadi, sarung tangan safety mampu menganalisis jenis larutan yang tersentuh baik secara langsung atau tidak langsung (melalui sistem sensor IoT) dimana dapat mendeteksi nama dari jenis larutan, serta bahaya atau tidaknya larutan tsb dan menjelaskan manfaat dari larutannya", masih banyak lagi inovasi" yang dapat dibuat ini terus berkembang sesuai tuntutan zaman.

      Hapus
  6. yang mungkin akan saya kembangkan adalah sebuah software dimana software ini mampu mengenali perasaan pengguna, sehingga dapat memberi tugas seperti apa yang cocok untuk mereka. dan software ini nantinya akan dilengkapi dengan sensor O2 yang mampu mengajak siswa untuk berinteraksi langsung dengan alam.

    menurut saya sebelum IoT ini diterapkan, kita harus me manage terlebih dahulu IoT itu sendiri. karna IoT ini berpotensi menimbulkan masalah besar, terutama dalam hal pembajakan, meskipun manfaat nya juga sangat banyak. Berdasarkan pidato pimpinan Federal Trade Comission (FTC) Edith Ramirez memaparkan tiga hal yang menjadi risiko IoT dan dapat menurunkan kepercayaan masyarakat atas penerapan konsep tersebut. 
    Pertama, tersebarnya informasi seperti data personal, kebiasaan, lokasi, dan kondisi fisik, pada perangkat-perangkat pintar di rumah, mobil, dan bahkan tubuh pengguna. 
    Menurut Ramirez, hal ini memungkinkan orang lain dengan mudah mengakses data pribadi pengguna dan membuat analisis dari data tersebut. 
    Kedua, penggunaan yang tidak diharapkan dari data pengguna. Pertanyaannya, apakah data personal digunakan hanya untuk melayani pengguna atau dapat pula digunakan oleh perusahaan perangkat untuk mengklasifikasikan segmen pasar penggunanya?
    Yang terakhir adalah risiko keamanan. Ramirez mengingatkan bahwa semua perangkat yang terhubung melalui internet berisiko dibajak. Hal ini harus benar-benar dipikirkan oleh para pengembang IoT. 

    BalasHapus
  7. berdasarkan hal tersebut kita bisa membuat pembelajan kimia dengan memanfaatkan IOT seperti jam tangan yang memiliki sensor kesehatan terhadap gejala stress saat belajar, sehingga secara otomatis jam tersebut akan mengeluarkan bunyi untuk merilekskan otak kita dan juga hal ini bisa dipadukan dengan AI. Maka jam tersebut kita bisa memodifikasikan dengan menampilkan layar secara hologram, misal untuk mencari materi atau menentukan proyek kimia secara secara cepat dan tepat serta memberikan gambaran langsung terhadap proyek tersebut.

    BalasHapus
  8. Trend Internet of Things apa yang bisa anda buat dalam pembelajaran Kimia? mengembangkan pembelajaran menggunkan edmodo. dimana aktifitas belajar siswa dilakukan di edmodo. materi disampaikan disana. mengingat sekarang hampir semua siswa menggunakan Hp disekolah. jadi siswa bisa langsung menggunakannya. pada saat pembelajaran di kelas, guru hanya mengawasi diskusi siswa untuk membahas materi yang belum dimengerti. siswa sudah mempelajari materi atau bahan rujukan yang disampaikan guru.

    BalasHapus
  9. menurut saya dampak negatif atau kekurangannya yang pertama pasti kemanaan ataupun virus sesuai dengan pendapat teman-teman yang lain, kemudian soal harga namun hal ini bisa mengikuti sesuai perkembangan sesperti halnya hp, jika memang sudah saatnya semua memiliki pasti harga tak lagi jadi masalah, namun untuk zaman sekarang harga masih sangat bermasalah yang kita ketahui bahwa sejenis IoT dan AI berteknologi canggih dan identik dengan harganya yang mahal karna dibutuhkan alat yang mahal juga untuk merancang sesuatu yang mahal, dan juga soal perbaikan, hal-hal yang besar membutuhkan biaya yang besar juga untuk perbaikannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. sependapat dengan melda bahwa dampak negatif atau kekurangannya yang pertama pasti kemanaan ataupun virus sesuai dengan pendapat teman-teman yang lain, kemudian soal harga namun hal ini bisa mengikuti sesuai perkembangan sesperti halnya hp, jika memang sudah saatnya semua memiliki pasti harga tak lagi jadi masalah, namun untuk zaman sekarang harga masih sangat bermasalah yang kita ketahui bahwa sejenis IoT dan AI berteknologi canggih dan identik dengan harganya yang mahal karna dibutuhkan alat yang mahal juga untuk merancang sesuatu yang mahal

      Hapus
  10. Saya ingin menciptakan sebuah lab pintar. Dimana siswa tidak lagi secara langsung menyentuh zat zat berbahaya karena semua alat yang ada di dalam lab sudah tersystem dan adanya sensor IoT yang mengkomunikasikan mesin antara mesin. Kemudian juga akan menggunakan hologram dimana siswa bisa melihat langsung dan menyentuh langsung.

    BalasHapus
  11. saya akan menjawab pertanyaan dari rini :
    Trend Internet of Things apa yang bisa anda buat dalam pembelajaran Kimia?
    Menurut pendapat saya Trend Internet of Things yang saya buat adalah virtual lab dengan menggunakan konsep hologram, yang bisa digunakan oleh siswa dimanapun dan kapanpun. dengan menekan satu tombol dan mengarahkan kamera handphone yang dimiliki sswa ke pemandangan disekitarnya, siswa bisa mengetahui kaitan antara fenomena yang terjadi dilingkungan dengan kimia.

    apakah pengaruh yang ditimbulkan dari Internet of Things tersebut terkhusus dalam pembelajaran kimia baik pengaruh negatif maupun positif ?
    Adapun pengaruh positif yang terlihat dari penggunaan teknologi IoT adalah dapat mempermudah aktifitas manusia, sedangkan dampak negatifnya untuk zaman sekarang harga masih sangat bermasalah yang kita ketahui bahwa sejenis IoT dan AI berteknologi canggih dan identik dengan harganya yang mahal dan risiko keamanan. Ramirez mengingatkan bahwa semua perangkat yang terhubung melalui internet berisiko dibajak. Hal ini harus benar-benar dipikirkan oleh para pengembang IoT.

    BalasHapus

Posting Komentar