Trend Internet of Things untuk Pembelajaran Kimia
Era
teknologi berkembang pesat seiring dengan kebutuhan akan permasalahan yang
timbul. Beragam permasalahan yang timbul ini dapat diatasi dengan teknologi,
baik di bidang pendidikan, pertanian, kedokteran dan lain-lain tak lepas dari
peran teknologi, teknologi yang paling dibutuhkan saat ini adalah internet.
Segala sesuatu bentuk perkerjaan akan dapat diatasi dengan teknologi internet
yang tidak lepas dari perangkat pendukungnya. Internet of Thing (IoT) merupakan
teknologi yang menggunakan internet sebagai sarana dalam melakukan sesuatu,
sistem IoT sangat membantu dalam menyelesaikan permasalahan seperti dalam
bidang pendidikan.
Menurut
analisa McKinsey Global Institute, internet
of things adalah sebuah teknologi yang memungkinkan kita untuk
menghubungkan mesin, peralatan, dan benda fisik lainnya dengan sensor jaringan
dan aktuator untuk memperoleh data dan mengelola kinerjanya sendiri,
sehingga memungkinkan mesin untuk berkolaborasi dan bahkan bertindak
berdasarkan informasi baru yang diperoleh secara independen. Sedangkan
menurut Wikipedia, internet of
things adalah interkoneksi yang unik antara embedded computing
devices dalam infrastruktur internet yang ada. Sebuah publikasi mengenai
Internet of things in 2020 menjelaskn bahwa internet of things adalah
suatu keadaan ketika menda memiliki identitas, bisa beroperasi secara
intelijen, dan bisa berkomunikasi dengan sosial, lingkungan, dan
pengguna. Dengan demikian, dapat kita simpulkan bahwa internet of things membuat kita membuat
suatu koneksi antara mesin dengan mesin, sehingga mesin-mesin tersebut
dapat berinteraksi dan bekerja secara independen sesuai dengan data yang
diperoleh dan diolahnya secara mandiri. Tujuannya adalah untuk membuat
manusia berinteraksi dengan benda dengan lebih mudah, bahkan supaya benda
juga bisa berkomunikasi dengan benda lainnya.
Cara
kerja dari internet of things cukup mudah. Setiap benda
harus memiliki sebuah IP Address. IP Address adalah sebuah identitas
dalam jaringan yang membuat benda tersebut bisa diperintahkan dari benda
lain dalam jaringan yang sama. Selanjutnya, IP address dalam benda-benda
tersebut akan dikoneksikan ke jaringan internet. Saat ini, koneksi
internet sudah sangat mudah kita dapatkan. Dengan demikian, kita dapat
memantau benda tersebut bahkan memberi perintah kepada benda tersebut.
Sebagai contoh, jika ada speaker yang memiliki IP address dan terkoneksi
internet di Amerika Serikat, kita dapat memerintahkan speaker tersebut
untuk menyalakan musik walaupun kita berada di Indonesia. Yang kita
perlukan hanyalah koneksi internet. Menakjubkan bukan? Lalu apa
hubungannya dengan internet of things?
Setelah sebuah benda
memiliki IP address dan terkoneksi dengan internet, pada benda tersebut
juga dipasang sebuah sensor. Sensor pada benda memungkinkan benda
tersebut memperoleh informasi yang dibutuhkan. Setelah memperoleh
informasi, benda tersebut dapat mengolah informasi itu sendiri, bahkan
berkomunikasi dengan benda-benda lain yang memiliki IP address dan
terkoneksi dengan internet juga. Akan terjadi pertukaran informasi dalam
komunikasi antara benda-benda tersebut. Setelah pengolahan informasi
selesai, benda tersebut dapat bekerja dengan sendirinya, atau bahkan
memerintahkan benda lain juga untuk ikut bekerja. Jadi, dalam internet of
things manusia akan bertindak sebagai raja dan akan dilayani oleh
benda-benda disekitarnya. Sangat menarik, bukan?
IoT merupakan segala
aktifitas yang pelakunya saling berinteraksi dan dilakukan dengan memanfaatkan
internet. Dalam penggunaan nya Internet of Thing banyak ditemui dalam berbagai
aktifitas, contohnya : banyaknya transportasi online, e-commerce, pemesanan
tiket secara online, live streaming, e-learning dan lain-lain bahkan sampai
alat-alat untuk membantu dibidang tertentu seperti remote temperature sensor,
GPS tracking, and sebagainya yang menggunakan internet atau jaringan sebagai
media untuk melakukannya.
Dengan banyaknya manfaat
dari Internet of Things maka membuat segala sesuatu nya lebih mudah, dalam
bidang pendidikan IoT sangat diperlukan untuk melakukan segala aktifitas dengan
menggunakan sistem dan tertata serta sistem pengarsipan yang tepat.
IoT
adalah konsep yang dirancang dengan tujuan untuk memperluas manfaat dari
konektivitas internet yang tersambung secara terus-menerus dan dirancang
memiliki kemampuan seperti untuk berbagi data dan remote control. IoT mengacu
pada benda yang dapat diidentifikasi secara unik (memiliki ciri-ciri yang unik
agar dapat dibedakan dengan benda-benda lain) sebagai representasi virtual
dalam struktur berbasis internet. Sederhananya IoT adalah konsep yang dirancang
dimana suatu objek berkemampuan untuk mentransfer data melalui jaringan tanpa
memerlukan interaksi manusia ke manusia atau manusia ke komputer secara
real-time. Sejauh ini konsep IoT erat
kaitannya dengan komunikasi machine to machine (M2M) di bidang manufaktur, listrik, perminyakan, dan gas. Produk-produk
yang dibangun dengan kemampuan komunikasi M2M sering disebut sebagai sistem
cerdas (smart), contohnya adalah smart label, smart home, dan smart grid
sensor.
Cara kerja dari Internet of
Things (IoT) yaitu dengan memanfaatkan sebuah argumentasi
pemrograman dimana tiap perintah argumen akan menghasilkan sebuah interaksi
antara sesama mesin yang terhubung secara otomatis dalam jarak berapa pun karena
menggunakan internet sebagai penghubung antara kedua interaksi mesin tersebut
dan manusia hanya mengatur dan mengawasi kinerja alat tersebut secara langsung.
Dalam mengkonfigurasi IoT ini terdapat tantangan terbesar yaitu diharuskan
menyusun jaringan komunikasi sendiri yang sangat kompleks sehingga diperlukan
sistem keamanan yang sangat ketat karena rentan akan adanya hacker dengan data
yang seluruhnya berada pada sistem serta diperlukan akses internet dan
instalasi listrik yang baik karena sistem diharuskan dalam kondisi online
secara terus-menerus.
Terdapat
3 karakteristik dan tren dari Internet of Things (IoT) yaitu :
1. Kecerdasan
Konsep asli dari IoT adalah
kecerdasan intelejensi dan kontrol otomatis. Namun, hal ini masih memerlukan
riset lebih lanjut agar di era mendatang IoT dapat menjadi jaringan terbuka dan
semua perintah dilakukan otomatis, terorganisir, objek virtual dapat
dioperasikan dengan mudah, independen sesuai dengan konteks atau situasi atau
lingkungan.
2. Arsitektur
IoT memiliki arsitektur pada
jaringan dan sistem yang kompleks serta keamanan yang ketat, apabila ketiga hal
tersebut tercapai maka kontrol otomatis dalam IoT dapat berjalan baik dan dapat
digunakan dalam jangka waktu yang lama. Sehingga banyak perusahan yang akan
mendapatkan profit (revenue) atas hadirnya teknologi IoT.
3. Faktor ukuran, waktu, dan ruang
Dalam
pembangunan IoT, engineer harus memperhatikan faktor ukuran, waktu, dan ruang.
Faktor waktu merupakan faktor yang biasanya menjadi kendala karena diperlukan
waktu yang lama dalam menyusun jaringan kompleks dalam IoT yang tidak mudah ini
dan tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang.
Teknologi
pengimplementasian Internet of Things (IoT) atau M2M adalah dalam
pengidentifikasian suatu objek (benda, manusia, hewan, atau tumbuhan) secara
virtual di dunia maya atau internet dan dikelola secara efisien dengan bantuan
komputer yang dapat dilakukan dengan beberapa teknologi seperti :
1. Kode batang (barcode)
Kode batang atau barcode
adalah adalah suatu kumpulan data optik yang dapat dibaca oleh alat scannernya.
Kode batang pada awalnya digunakan untuk otomatisasi pemeriksaan barang di
swalayan dan hingga saat ini kode batang (tipe UPC (Universal Price Codes))
kebanyakan masih digunakan untuk hal tersebut. Prinsip kerja kode batang
sangatlah sederhana, yaitu ketika kode batang didekatkan pada scanner atau pemindainya,
maka scannernya akan memancarkan cahaya dan mengidentifikasi informasi atau
kode yang ada pada kode batang tersebut. Keuntungan menggunakan kode ini adalah
proses input data lebih cepat, lebih tepat, dan lebih akurat mencari data,
mengurangi biaya, serta peningkatan kinerja manajeman
2. Kode QR (QR code)
Kode QR adalah suatu kode
batang dua dimensi yang dikembangkan oleh Denso Wave, salah satu divisi pada
Denso Corporation yang merupakan perusahaan jepang. Sesuai namanya Kode QR
(Quick Response) diciptakan untuk menyampaikan informasi dengan cepat dan
mendapatkan respons yang cepat pula. Berbeda dengan kode batang, yang hanya
menyimpan informasi secara horizontal, kode QR mampu menyimpan informasi secara
horizontal dan vertikal, oleh karena itu secara otomatis Kode QR dapat
menampung informasi yang lebih banyak daripada kode batang. Pada zaman sekarang
ini kode QR banyak digunakan sebagai alat penaut fisik yang dapat menyimpan
alamat dan URL, nomer telepon, teks dan sms yang dapat digunakan pada majalah,
surat harian, iklan, pada tanda-tanda bus, kartu nama ataupun media lainnya.
Atau dengan kata lain sebagai penghubung secara cepat konten daring (dalam
jaringan/online) dan konten luring (luar jaringan/offline). Kehadiran kode ini
memungkinkan semua orang berinteraksi dengan media yang ditempeli oleh kode QR,
melalui ponsel secara efektif dan efisien. Semua orang juga dapat menghasilkan
dan mencetak sendiri kode QR, sehingga orang lain dapat dengan mudah mengakses
alamat URL ataupun segala informasi yang disimpan oleh kode QR tersebut.
3.
Identifikasi frekuensi radio (RFID)
RFID
merupakan salah satu teknologi implementasi dari Internet of Things. Secara
singkatnya, RFID adalah sebuah metode identifikasi secara otomatis dengan
menggunakan suatu piranti yang disebut RFID tag atau transponde. Pada zaman
modern sekarang ini, RFID merupakan teknologi yang sudah umum (banyak
digunakan), dikarenakan kegunaan dan efisiensinya dalam mendukung segala
aktivitas kehidupan manusia. Baik pada sektor produksi, distribusi maupun
konsumsi. Hal ini dikarenakan label atau kartu RFID adalah sebuah benda yang
bisa dipasang atau dimasukkan di dalam sebuah produk, hewan atau bahkan manusia
dengan tujuan untuk identifikasi menggunakan gelombang radio. Sehingga
memudahkan penggunanya untuk mendata (mengetahui jumlah maupun keberadaan atau
lokasi) barang yang dimilikinya tersebut. Prinsip kerja RFID sangatlah
sederhana yaitu RFIDtag (label RFID) memuat informasi dalam bentuk elektronik
dan ketika bertemu dengan RFIDreadernya, informasi itu akan dikirimkan ke
RFIDreader dalam bentuk gelombang radio (makanya disebut Radio Frequensi
Identifity). Sehingga benda tersebut dapat teridentifikasi oleh RFIDreadernya.
Tren Internet of Things di
Indonesia bertumbuh sehat. Kendati pertumbuhan di sektor
consumer masih belum begitu memuaskan, pemanfaatan di ranah industri tampak
menunjukkan keseriusan. Efisiensi perputaran roda bisnis dalam tubuh perusahaan
adalah satu alasan kuat yang mendasarinya.
Ditinjau secara umum,
ekosistem IoT di Indonesia setidaknya telah unjuk gigi dengan beberapa jagoan
inovasi yang berpotensi besar untuk menjadi lebih besar; inilah lima inisiasi
di antaranya.
1. HARA
HARA adalah produk IoT yang
dikembangkan untuk menangani permasalahan di sektor pertanian dan pangan.
Produk dari Dattabot ini disiapkan untuk menanggulangi masalah potensi lahan,
optimasi pertanian, dan mencegah pertumbuhan hama dan penyakit tanaman. Fitur
utama dari produk berbasis blockchainini antara lain ialah aplikasi smartphone
untuk mengambil data, web-based analytic, dan prediksi hasil panen yang
disertai rekomendasi untuk para petani (misalnya, pupuk seperti apa yang perlu
digunakan). Blockchain yang terdesentralisasi dinilai dapat menciptakan dampak
sosial. Dattabot memulai dari sektor pangan dan pertanian, berikutnya menjalar
ke sektor lainnya yang paling berdampak bagi masyarakat, seperti pendidikan,
kesehatan, transportasi dan hiburan.
2. Qlue
Salah satu cita-cita startup
pengembang layanan yang menghubungkan antara pemerintah dengan masyarakat ini
adalah ingin berinovasi mengembangkan produk smart city berbasis IoT, khususnya
untuk diterapkan di wilayah perkotaan. Disampaikan oleh CEO Qlue Rama Raditya,
bahwa saat ini sudah mulai terdesain beberapa inisiatif IoT untuk smart city,
misalnya pengembangan traffic lamp yang terhubung ke sebuah command center,
kotak sampah pintar, dan juga air pollution detector. Berbagai otomatisasi ini
dinilai akan menjadi makin “viral” ketika smart city menjadi sebuah kebutuhan
di perkotaan.
3. Spekun
Telkomsel bekerja sama
dengan Banopolis mengembangkan bike sharing pertama di Indonesia yang
menggunakan teknologi NB-IoT lewat aplikasi Spekun. Bike sharing adalah sebuah
konsep layanan peminjaman sepeda kepada publik dalam jangka waktu tertentu dari
satu titik lokasi ke titik lokasi lainnya. Teknologi yang diterapkan pada
ekosistem sepeda kuning (Spekun) di kampus UI Depok tersebut adalah peminjaman
sepeda berbasis aplikasi smartphone, dengan didampingi penyediaan tiang atau
dock parkir berbasis radio-frequency identification (RFID) sehingga sepeda
hanya bisa diparkirkan pada dock parkir tersebut.
Upaya Telkomsel menciptakan
dalam menciptakan gebrakan tidak sebatas di Spekun saja; Telkomsel juga
menunjukkan keseriusannya dengan menyelenggarakan program Telkomsel Innovation
Center (TINC) dengan Forum IoT sebagai bagian dari payung besarnya, dan semua
developer, startup, maupun orang-orang yang punya ketertarikan lebih di bidang
IoT dapat secara gratis mengikuti kegiatan convention dan exhibition pada hari
Kamis, 26 Juli 2018.
4. eFishery
eFishery adalah alat pemberi
pakan ikan otomatis. Alat ini tidak hanya mengotomatisasi pemberian pakan
secara terjadwal dengan dosis yang tepat, tetapi juga mencatat setiap pemberian
pakan secara real-time. Pengguna dapat mengakses data pemberian pakan kapan pun
dan di mana pun. Tidak ada lagi masalah over-feeding, pemberian pakan ikan yang
tidak teratur atau pakan yang diselewengkan. Secara spesifik, eFishery berusaha
membantu peternak ikan dan udang, karena biasanya pemberian makan ikan
menguasai antara 50 hingga 80 persen biaya operasi peternakan ikan.
eFishery juga dikenal
sebagai startup yang sering memenangkan berbagai kompetisi startup tingkat
global. Bekerja sama dengan TINC, eFishery akan mengeksplorasi pemanfaatan
modul NarrowBand IoT (NB-IoT) untuk konektivitas yang lebih efektif. Hal ini
sejalan dengan ekspansi pasar dengan model bisnis yang lebih matang dan
validasi pasar baru akan memanfaatkan kompetensi dan jaringan konsumen luas
Telkomsel. Sedikit informasi, Founder & CEO eFishery Gibran Huzaifah juga
akan mengisi kelas di TINC 2018 Forum IoT.
5. Nodeflux
Nodeflux adalah platform
dengan kemampuan komputasi terdistribusi dan juga kemampuan menyebarkan
“brain”, komputasi dan kecerdasan buatan secara scalable. Di sini “brain” yang
dimaksud dapat digunakan untuk implementasi pada pengolahan seperti Big Data,
IoT dan Machine Learning.
Keuntungan atau manfaat dari Internet of
Things (IoT) adalah :
1.
Pekerjaan yang kita lakukan menjadi cepat,
mudah, dan efisien.
2.
Dapat mendeteksi pengguna dimanapun
berada.
3. Informasi yang diberikan kepada pengguna
merupakan informasi yang real-time atau pada waktu yang sebenarnya.
4.
Layanan cloud memungkinkan koneksi ke seluruh
client tidak terbatas.
5. Proses monitoring akan aspek-aspek yang
dituju menjadi lebih mudah, otomatis, dan semakin pintar.
6. Proses monitoring dapat dilakukan secara
otomatis tanpa mengenal jarak karena berbasis internet.
7. Dapat mendeteksi dengan cepat mengenai adanya
anomali data, akses, atau keadaan yang terjadi sebagai penyebab kebocoran
data.
Kerugian dari Internet of Things (IoT)
adalah :
1. Keamanan perangkat berbasis IoT rentan akan
peretasan karena banyak perangkat yang tidak terenkripsi atau enkripsinya tidak
memadai.
2. Privasi data dari para pengguna menjadi
masalah karena seluruh data disimpan dalam satu server yang dapat diakses
dimana saja dan kapan saja oleh siapa saja yang memiliki kemampuan untuk
mengakses jaringan baik pengguna maupun bukan pengguna jaringan yang
sebenarnya.
3.
Otoritasi tidak memadai.
4.
Web interface tidak cukup aman dan proteksi
software kurang mencukupi.
5.
Membutuhkan kapasitas penyimpanan data yang
besar
Berdasarkan
artikel diatas, Trend
Internet of Things apa yang bisa anda buat dalam pembelajaran Kimia? dan
apakah pengaruh yang ditimbulkan dari Internet of Things tersebut terkhusus dalam
pembelajaran kimia baik pengaruh negatif maupun positif ?

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusmenanggapi permasalahan rini tentang IoT apa yang dapat saya buat dalam pembelajaran kimia yaitu melalui penerapan sistem belajar mengajar di kelas dengan siswa yang dilengkapi gelang pintar dan terhubung kedalam sistem manajemen siswa atau sekolah, seorang guru dapat mengetahui kondisi siswa tersebut mulai dari denyut jantungnya bahkan mungkin perasaan siswa saat gelisah menghadapi materi kimia tertentu yang menurutnya sulit dipahami. Melalui informasi yang didapat semua perangkat yang terhubung dari siswa, server, sistem memudahkan guru. memberikan pendampingan secara personal, efektif dan tepat sasaran sesuai kondisi siswa. Hal ini jika diintregasikan secara lebih luas semisal melalui portal-portal pendidikan nasional dengan data yang diagregasi dari program pendataan Dapodik (Data Pokok Pendidikan) akan dihasilkan sistem pendidikan yang cerdas dimana unit terkecil dalam obyek pendidikan seperti siswa akan mudah untuk dipantau dan dilacak kondisi serta keberdaannya.
BalasHapussaya akan menjawab pertanyaan rini, Trend Internet of Things apa yang bisa anda buat dalam pembelajaran Kimia?
BalasHapusmenurut saya jika saya diberi kesempatan untuk mendesain suatu pembelajaran berbasis IOT maka yang ingin saya ciptakan yakni aplikasi chemoenviro-virtual lab dengan menggunakan konsep hologram, yang bisa digunakan oleh siswa dimanapun dan kapanpun. yakni dengan menekan satu tombol dan mengarahkan kamera handphone yang dimiliki sswa ke pemandangan disekitarnya, siswa bisa mengetahui kaitan antara fenomena yang terjadi dilingkungan dengan kimia. dengan demikian maka siswa tidak hanya tahu teori tetapi juga tahu aplikasinya dikehidupan
Saya setuju dengan saudari rini, yg di katakan saudari rini sangat inovatif dalam merancang suatu pembelajaran berbasis IOT
Hapusyang bisa saya buat dalam Trend Internet of Things blum ada karena belum belajar mendesaian.
BalasHapusdari Trend Internet of Things tentu ada dampak positif dan ada dampak negatifnya.
contoh dampak positifnya yaitu Pekerjaan yang kita lakukan menjadi cepat, mudah, dan efisien dan anda dapat mendeteksi pengguna dimanapun berada.
contoh dampak Negatifnya yaitu Privasi data dari para pengguna menjadi masalah karena seluruh data disimpan dalam satu server yang dapat diakses dimana saja dan kapan saja oleh siapa saja yang memiliki kemampuan untuk mengakses jaringan baik pengguna maupun bukan pengguna jaringan yang sebenarnya.
Menurut saya, penerapan IoT dalam pembelajaran kimia adalah digunakannya sarung tangan Lab yang dapat digunakan dalam proses praktikum. Jadi, sarung tangan safety mampu menganalisis jenis larutan yang tersentuh baik secara langsung atau tidak langsung (melalui sistem sensor IoT) dimana dapat mendeteksi nama dari jenis larutan, serta bahaya atau tidaknya larutan tsb dan menjelaskan manfaat dari larutannya.
BalasHapusAdapun pengaruh positif yang terlihat dari penggunaan teknologi IoT tsb adalah dapat mempermudah aktifitas manusia. Dengan adanya alat yang saya usulkan dapat mempermudah sisa menetahui manfaatnya yakni siswa menjadi tahu nama-nama bahan kimia berserta tingkat berbahaya nya dan manfaatnya dalam proses pelarutan secara langsung tanpa perlu buka hp dan buku untuk mengetahuinya. Pengaruh Negatifnya adalah kurangnya interaksi antar manusia dan ancaman peretasan
Sya sependapat dengan saudari Rifany yaitu "penerapan IoT dalam pembelajaran kimia adalah digunakannya sarung tangan Lab yang dapat digunakan dalam proses praktikum. Jadi, sarung tangan safety mampu menganalisis jenis larutan yang tersentuh baik secara langsung atau tidak langsung (melalui sistem sensor IoT) dimana dapat mendeteksi nama dari jenis larutan, serta bahaya atau tidaknya larutan tsb dan menjelaskan manfaat dari larutannya", masih banyak lagi inovasi" yang dapat dibuat ini terus berkembang sesuai tuntutan zaman.
Hapusyang mungkin akan saya kembangkan adalah sebuah software dimana software ini mampu mengenali perasaan pengguna, sehingga dapat memberi tugas seperti apa yang cocok untuk mereka. dan software ini nantinya akan dilengkapi dengan sensor O2 yang mampu mengajak siswa untuk berinteraksi langsung dengan alam.
BalasHapusmenurut saya sebelum IoT ini diterapkan, kita harus me manage terlebih dahulu IoT itu sendiri. karna IoT ini berpotensi menimbulkan masalah besar, terutama dalam hal pembajakan, meskipun manfaat nya juga sangat banyak. Berdasarkan pidato pimpinan Federal Trade Comission (FTC) Edith Ramirez memaparkan tiga hal yang menjadi risiko IoT dan dapat menurunkan kepercayaan masyarakat atas penerapan konsep tersebut.
Pertama, tersebarnya informasi seperti data personal, kebiasaan, lokasi, dan kondisi fisik, pada perangkat-perangkat pintar di rumah, mobil, dan bahkan tubuh pengguna.
Menurut Ramirez, hal ini memungkinkan orang lain dengan mudah mengakses data pribadi pengguna dan membuat analisis dari data tersebut.
Kedua, penggunaan yang tidak diharapkan dari data pengguna. Pertanyaannya, apakah data personal digunakan hanya untuk melayani pengguna atau dapat pula digunakan oleh perusahaan perangkat untuk mengklasifikasikan segmen pasar penggunanya?
Yang terakhir adalah risiko keamanan. Ramirez mengingatkan bahwa semua perangkat yang terhubung melalui internet berisiko dibajak. Hal ini harus benar-benar dipikirkan oleh para pengembang IoT.
berdasarkan hal tersebut kita bisa membuat pembelajan kimia dengan memanfaatkan IOT seperti jam tangan yang memiliki sensor kesehatan terhadap gejala stress saat belajar, sehingga secara otomatis jam tersebut akan mengeluarkan bunyi untuk merilekskan otak kita dan juga hal ini bisa dipadukan dengan AI. Maka jam tersebut kita bisa memodifikasikan dengan menampilkan layar secara hologram, misal untuk mencari materi atau menentukan proyek kimia secara secara cepat dan tepat serta memberikan gambaran langsung terhadap proyek tersebut.
BalasHapusTrend Internet of Things apa yang bisa anda buat dalam pembelajaran Kimia? mengembangkan pembelajaran menggunkan edmodo. dimana aktifitas belajar siswa dilakukan di edmodo. materi disampaikan disana. mengingat sekarang hampir semua siswa menggunakan Hp disekolah. jadi siswa bisa langsung menggunakannya. pada saat pembelajaran di kelas, guru hanya mengawasi diskusi siswa untuk membahas materi yang belum dimengerti. siswa sudah mempelajari materi atau bahan rujukan yang disampaikan guru.
BalasHapusmenurut saya dampak negatif atau kekurangannya yang pertama pasti kemanaan ataupun virus sesuai dengan pendapat teman-teman yang lain, kemudian soal harga namun hal ini bisa mengikuti sesuai perkembangan sesperti halnya hp, jika memang sudah saatnya semua memiliki pasti harga tak lagi jadi masalah, namun untuk zaman sekarang harga masih sangat bermasalah yang kita ketahui bahwa sejenis IoT dan AI berteknologi canggih dan identik dengan harganya yang mahal karna dibutuhkan alat yang mahal juga untuk merancang sesuatu yang mahal, dan juga soal perbaikan, hal-hal yang besar membutuhkan biaya yang besar juga untuk perbaikannya
BalasHapussependapat dengan melda bahwa dampak negatif atau kekurangannya yang pertama pasti kemanaan ataupun virus sesuai dengan pendapat teman-teman yang lain, kemudian soal harga namun hal ini bisa mengikuti sesuai perkembangan sesperti halnya hp, jika memang sudah saatnya semua memiliki pasti harga tak lagi jadi masalah, namun untuk zaman sekarang harga masih sangat bermasalah yang kita ketahui bahwa sejenis IoT dan AI berteknologi canggih dan identik dengan harganya yang mahal karna dibutuhkan alat yang mahal juga untuk merancang sesuatu yang mahal
HapusSaya ingin menciptakan sebuah lab pintar. Dimana siswa tidak lagi secara langsung menyentuh zat zat berbahaya karena semua alat yang ada di dalam lab sudah tersystem dan adanya sensor IoT yang mengkomunikasikan mesin antara mesin. Kemudian juga akan menggunakan hologram dimana siswa bisa melihat langsung dan menyentuh langsung.
BalasHapussaya akan menjawab pertanyaan dari rini :
BalasHapusTrend Internet of Things apa yang bisa anda buat dalam pembelajaran Kimia?
Menurut pendapat saya Trend Internet of Things yang saya buat adalah virtual lab dengan menggunakan konsep hologram, yang bisa digunakan oleh siswa dimanapun dan kapanpun. dengan menekan satu tombol dan mengarahkan kamera handphone yang dimiliki sswa ke pemandangan disekitarnya, siswa bisa mengetahui kaitan antara fenomena yang terjadi dilingkungan dengan kimia.
apakah pengaruh yang ditimbulkan dari Internet of Things tersebut terkhusus dalam pembelajaran kimia baik pengaruh negatif maupun positif ?
Adapun pengaruh positif yang terlihat dari penggunaan teknologi IoT adalah dapat mempermudah aktifitas manusia, sedangkan dampak negatifnya untuk zaman sekarang harga masih sangat bermasalah yang kita ketahui bahwa sejenis IoT dan AI berteknologi canggih dan identik dengan harganya yang mahal dan risiko keamanan. Ramirez mengingatkan bahwa semua perangkat yang terhubung melalui internet berisiko dibajak. Hal ini harus benar-benar dipikirkan oleh para pengembang IoT.